Cek fisik SAMSAT

August 2nd, 2008 | Umum | No comments

Hari ini bawa Innova ke SAMSAT Surabaya I (Manyar). Seperti biasa, untuk orang-orang yang pernah atau sering ke tempat layanan publik, yang dipikirkan adalah kira-kira habis berapa ya?

Datang sekitar jam 9, langsung disambut petugas gesek (memakai seragam biru hitam dan memakai badge nama). “Pak, untuk balik nama, atau untuk apa?” Beliau menanyakan kepadaku.”mmmh, untuk leasing Pak. BPKB mau ’sekolah’ dulu”.

Secara otomatis petugas tadi langsung mengerjakan tanpa ada perbincangan lagi. Setelah beberapa saat, kita (orang-orang yang sudah dicek fisik kendaraannya) disuruh keluar dari gedung utama, pindah ke areal parkir di seberang timur. Tebak apa yang terjadi?

Kita diminta tiket parkir yang sekilas mirip pungli. Tiket warna merah jreng, bekas fotokopi, tertera Rp.2000,-. Seperti biasa, mereka bilang setiap hari memang kayak gini :)

Begitu masuk ke areal parkir, aura calo pengurus dokumen sangat terasa. Sampe menyewa beberapa stan yang dulunya terlihat bekas warung atau depot. Tunggu beberapa saat, sambil jalan-jalan keliling melihat aktifitas para pengurus dokumen (calo), petugas gesek menghampiri. Tanpa ba-bi-bu, dan yang jelas tanpa kwitansi, langsung bilang biaya Rp.50.000,-

Negara Indonesia yang kaya raya. Gimana nggak kaya? Gesek-gesek, ngecek keabsahan dokumen, stempel kanan kiri, yang kalau kita hitung secara ‘matematika’ menghabiskan biaya hanya Rp.5.000,-

Selesai transaksi, keluar areal parkir, dengan ‘pungli’ (karcis parkir) serupa dengan di gedung utama. Rp.2.000,-

Kalau seperti ini, sebagai warga negara kita bisa lapor kemana ya? Sangat mengecewakan buat warga dan menyenangkan bagi oknum di SAMSAT.

Selamat hari Sabtu. Selamat berakhir pekan.

hari

July 31st, 2008 | Umum | 2 comments

hari ini seperti hari kemarin. tanggal merah yang tetap menjadi hitam :) secara, tekad untuk belajar menulis tiap hari. detik demi detik.

OS 64-bit

July 31st, 2008 | Computer | No comments

Seperti pada ulasan ZDNet tanggal 30 Juli 2008 kemarin, ada apa gerangan Microsoft secara ‘tiba-tiba’ merubah penjualan OEM Windows Vista ke 64bit?

Tebak kenapa?

Pertama, memory semakin murah. Hampir semua PC dan/atau Notebook untuk saat ini memiliki satuan RAM dalam GB.

Kedua, pengembang perangkat lunak, terutama yang banyak melibatkan seni grafis tingkat tinggi sudah melakukan transisi ke arah 64-bit.

Lalu?

Ini permainan atau ? It’s a big business men… Konsumen digiring dan diajak untuk ‘membuang’ atau bahasa halusnya ‘upgrade’. Biaya yang sungguh harus diperhitungkan…

Karena, komputer kita yang berusia 3 tahun, tahun depan bisa jadi sudah putus hubungan dengan pabrik pembuatnya. Pabrik bisa jadi menghentikan riset dan rilis driver terbaru. Kalau di pasaran handphone, produk yang sulit mencari komponen batrei, bisa dipastikan langsung dijual atau dipajang di depan pintu (baca dijadikan penahan pintu).

Ironis, atau memang nasib tinggal di negara berkembang?

Ada yang pernah mempunyai masalah dengan 64-bit sederek?

Selamat hari Kamis.