Hari ini bawa Innova ke SAMSAT Surabaya I (Manyar). Seperti biasa, untuk orang-orang yang pernah atau sering ke tempat layanan publik, yang dipikirkan adalah kira-kira habis berapa ya?
Datang sekitar jam 9, langsung disambut petugas gesek (memakai seragam biru hitam dan memakai badge nama). “Pak, untuk balik nama, atau untuk apa?” Beliau menanyakan kepadaku.”mmmh, untuk leasing Pak. BPKB mau ’sekolah’ dulu”.
Secara otomatis petugas tadi langsung mengerjakan tanpa ada perbincangan lagi. Setelah beberapa saat, kita (orang-orang yang sudah dicek fisik kendaraannya) disuruh keluar dari gedung utama, pindah ke areal parkir di seberang timur. Tebak apa yang terjadi?
Kita diminta tiket parkir yang sekilas mirip pungli. Tiket warna merah jreng, bekas fotokopi, tertera Rp.2000,-. Seperti biasa, mereka bilang setiap hari memang kayak gini
Begitu masuk ke areal parkir, aura calo pengurus dokumen sangat terasa. Sampe menyewa beberapa stan yang dulunya terlihat bekas warung atau depot. Tunggu beberapa saat, sambil jalan-jalan keliling melihat aktifitas para pengurus dokumen (calo), petugas gesek menghampiri. Tanpa ba-bi-bu, dan yang jelas tanpa kwitansi, langsung bilang biaya Rp.50.000,-
Negara Indonesia yang kaya raya. Gimana nggak kaya? Gesek-gesek, ngecek keabsahan dokumen, stempel kanan kiri, yang kalau kita hitung secara ‘matematika’ menghabiskan biaya hanya Rp.5.000,-
Selesai transaksi, keluar areal parkir, dengan ‘pungli’ (karcis parkir) serupa dengan di gedung utama. Rp.2.000,-
Kalau seperti ini, sebagai warga negara kita bisa lapor kemana ya? Sangat mengecewakan buat warga dan menyenangkan bagi oknum di SAMSAT.
Selamat hari Sabtu. Selamat berakhir pekan.